Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 20:07 WIB

Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah

Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah  

Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

 

TEMPO.COSidoarjo - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk secara resmi menempuh rute baru Surabaya-Jeddah. Penerbangan perdana tersebut dilakukan di Bandara International Juanda, Surabaya, dengan diikuti oleh 350 penumpang.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, Erik Meijer, menjelaskan penerbangan perdana rute Surabaya-Jeddah sudah terbilang cukup bagus. Pasalnya untuk penerbangan awal jumlah penumpangnya sudah mencapai 350. “Jumlah penumpang sebanyak itu merupakan langkah awal yang sangat menjanjikan bagi Garuda,” katanya di sela-sela seremoni penerbangan perdana Surabaya-Jeddah, Ahad, 13 April 2014.

Menurut Erik, penerbangan perdana ini menggunakan pesawat jenis Boeing 747 dengan kapasitas 454 penumpang. Nantinya pesawat yang sama akan menjajaki penerbangan tiga kali dalam sepekan, Surabaya-Jeddah pulang-pergi. “Jika tetap mencapai 80 persen dalam pekan ini, maka kami akan tambah jam terbangnya menjadi empat kali dalam sepekan,” katanya.
Pangsa pasar rute ini, kata dia, cukup besar. Garuda membidik warga Jawa Timur yang banyak beribadah umrahnya. Penerbangan langsung akan menarik minat jemaah karena hal itu memotong waktu seharian yang biasanya dipakai untuk transit di Jakarta. “Dengan rute baru ini jemaah umroh hanya butuh 10 jam untuk terbang dari Surabaya ke Jeddah, jadi chek in pagi sore sudah tiba di Jeddah,” kata dia.

Erik menjelaskan rute ini akan dibuka sepanjang tahun. Namun, pada bulan tertentu pesawat ini akan diliburkan, yakni satu bulan sebelum bulan haji dan satu bulan setelah bulan haji karena visa biasanya tidak ada. “Pada bulan haji itu akan terbang, tapi tergantung kebijakan dari Kementerian Agama,” katanya.

Vice President Domestic Region-3 Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Ari Suryanta, menambahkan jemaah umrah di Jawa Timur terbilang tinggi. Selain jemaah haji dan TKI jumlah penumpang tujuan Jeddah rata-rata 26 ribu penumpang tiap tahunnya.

Namun, Garuda hanya mampu mengangkut sebanyak 15 ribu penumpang, dan sisanya biasanya ikut pesawat Garuda yang transit ke bandara lain seperti Hongkong, sehingga perjalanannya memakan waktu lama. “Dengan adanya rute baru ini, semoga bermanfaat bagi umat Islam di Jawa Timur,” katanya.

 

MOHAMMAD SYARRAFAH

 

Comments are Closed