Archives

now browsing by author

 

Hemat Ongkos, Tiger Air Borong Airbus A320 Neo

SELASA, 25 MARET 2014 | 11:38 WIB

Hemat Ongkos, Tiger Air Borong Airbus A320 Neo

Hemat Ongkos, Tiger Air Borong Airbus A320 Neo  

Tiger Airways. TEMPO/Abdi Purmono

 

TEMPO.COSingapura - Maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier) asal Singapura, Tiger Airways Holdings Ltd, meneken kontrak pembelian 37 pesawat Airbus A320 Neo. Transaksi senilai US$ 3,8 miliar (Rp 43,2 triliun) ini bakal mendukung efisiensi operasi Tiger Air di Asia Tenggara.

Reuters mengabarkan pengiriman armada baru Tiger dilakukan pada 2018-2025. Kabarnya Airbus memberikan diskon khusus dan memberi Tiger Air keleluasaan untuk memperbarui pesanannya dengan mode pesawat terbaru jika dibutuhkan. Dengan transaksi baru ini, Tiger Air membatalkan pemesanan sembilan unit Airbus A320 versi lama yang dilakukan pada 2007. (Baca: Kemenhub Belum Terima Laporan Tigerair Tutup Rute).

Peremajaan pesawat menjadi upaya Tiger untuk memperluas layanan sekaligus menekan biaya operasi agar tidak terus merugi. Sebab, Airbus A320 Neo memungkinkan Tiger Air untuk menghemat biaya bahan bakar hingga US$ 40 juta (Rp 455 miliar) per tahun. “Kami harus mengatur ulang strategi dan mengambil semua langkah yang diperlukan,” kata Kepala Eksekutif  Tiger Air Koay Peng Yen. (Baca juga: Terpukul Dolar, Tarif Terbang Domestik Dinaikkan).

Seperti diketahui, Tiger Air telah mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir karena berbagai sebab. Selain biaya operasi yang melonjak, kerugian tersebut disebabkan ketatnya persaingan dalam bisnis penerbangan murah di Asia Tenggara. Pada Januari 2014, Tiger melepas anak usahanya di Filipina, Tigerair Philippines, kepada Cebu Pacific demi menekan biaya operasi.

FERY FIRMANSYAH

 

Sriwijaya Ekspansi Penerbangan di Indonesia Timur

SELASA, 08 APRIL 2014 | 13:16 WIB

Sriwijaya Ekspansi Penerbangan di Indonesia Timur

Sriwijaya Ekspansi Penerbangan di Indonesia Timur  

Pesawat Sriwijaya Air. TEMPO/Subekti

 

TEMPO.COJakarta - Maskapai Sriwijaya Air menyatakan akan meningkatkan layanan penerbangan di Indonesia timur dengan menambah frekuensi rute Makassar-Merauke pergi-pulang (PP) dan Makassar-Luwuk PP. Penambahan penerbangan di Indonesia timur ini untuk merespons peningkatan pelanggan di wilayah tersebut.

“Ini langkah awal kami untuk memenuhi permintaan pelanggan terhadap rute tersebut,” kata Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Agus Soedjono dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 April 2014. (Baca juga :Penumpang Pesawat Turun, Apa Kata Maskapai?)

Selama ini penerbangan Makassar-Merauke PP telah dilayani sekali setiap harinya via Timika dan Jayapura. Kini, ada pilihan penerbangan langsung yang dilayani tiga kali sepekan, setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Jadwal keberangkatan penerbangan langsung dari Makassar pukul 03.00 Wita dan tiba di Merauke pukul 07.30 WIT. Sebaliknya, pesawat dari Merauke akan berangkat pada pukul 08.15 WIT dan tiba di Makasar pukul 10.45 Wita. Penerbangan rute baru ini dilayani menggunakan pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas 147 kursi kelas ekonomi.

Sedangkan rute penerbangan Makassar-Luwuk PP yang sebelumnya diterbangkan setiap hari sekali, pada Senin, Rabu, dan Jumat akan dilayani dua kali dalam sehari. Untuk penambahan rute ini, pesawat akan berangkat dari Makassar pukul 05.00 Wita dan tiba di Luwuk pukul 06.00 Wita. (Lihat juga: Low Season, Tarif Surcharge Topang Bisnis Maskapai)

Sebaliknya, dari Luwuk akan berangkat kembali pukul 07.00 Wita dan tiba di Makasar pukul 08.10 Wita. Adapun penerbangan ini akan dilayani dengan pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas penumpang delapan kursi untuk kelasexecutive dan 112 kursi kelas ekonomi.

Agus mengatakan tidak tertutup kemungkinan rute tersebut akan ditingkatkan menjadi setiap hari, sehingga masing-masing rute menjadi dua kali sehari. “Melalui penambahan frekuensi ini, kami harap dapat menjadi pilihan pelanggan untuk terbang bersama Sriwijaya Air,” ujarnya.

AYU PRIMA SANDI

Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 20:07 WIB

Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah

Garuda Terbang Perdana Rute Surabaya-Jeddah  

Pesawat Boeing B777-300ER saat berada di Hanggar 2 Garuda, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang ,Banten (31/7). Pesawat dengani fasilitas First Class ini rencananya akan melayani rute Jakarta-Jeddah untuk ibadah Haji dan Umroh.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

 

TEMPO.COSidoarjo - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk secara resmi menempuh rute baru Surabaya-Jeddah. Penerbangan perdana tersebut dilakukan di Bandara International Juanda, Surabaya, dengan diikuti oleh 350 penumpang.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, Erik Meijer, menjelaskan penerbangan perdana rute Surabaya-Jeddah sudah terbilang cukup bagus. Pasalnya untuk penerbangan awal jumlah penumpangnya sudah mencapai 350. “Jumlah penumpang sebanyak itu merupakan langkah awal yang sangat menjanjikan bagi Garuda,” katanya di sela-sela seremoni penerbangan perdana Surabaya-Jeddah, Ahad, 13 April 2014.

Menurut Erik, penerbangan perdana ini menggunakan pesawat jenis Boeing 747 dengan kapasitas 454 penumpang. Nantinya pesawat yang sama akan menjajaki penerbangan tiga kali dalam sepekan, Surabaya-Jeddah pulang-pergi. “Jika tetap mencapai 80 persen dalam pekan ini, maka kami akan tambah jam terbangnya menjadi empat kali dalam sepekan,” katanya.
Pangsa pasar rute ini, kata dia, cukup besar. Garuda membidik warga Jawa Timur yang banyak beribadah umrahnya. Penerbangan langsung akan menarik minat jemaah karena hal itu memotong waktu seharian yang biasanya dipakai untuk transit di Jakarta. “Dengan rute baru ini jemaah umroh hanya butuh 10 jam untuk terbang dari Surabaya ke Jeddah, jadi chek in pagi sore sudah tiba di Jeddah,” kata dia.

Erik menjelaskan rute ini akan dibuka sepanjang tahun. Namun, pada bulan tertentu pesawat ini akan diliburkan, yakni satu bulan sebelum bulan haji dan satu bulan setelah bulan haji karena visa biasanya tidak ada. “Pada bulan haji itu akan terbang, tapi tergantung kebijakan dari Kementerian Agama,” katanya.

Vice President Domestic Region-3 Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Ari Suryanta, menambahkan jemaah umrah di Jawa Timur terbilang tinggi. Selain jemaah haji dan TKI jumlah penumpang tujuan Jeddah rata-rata 26 ribu penumpang tiap tahunnya.

Namun, Garuda hanya mampu mengangkut sebanyak 15 ribu penumpang, dan sisanya biasanya ikut pesawat Garuda yang transit ke bandara lain seperti Hongkong, sehingga perjalanannya memakan waktu lama. “Dengan adanya rute baru ini, semoga bermanfaat bagi umat Islam di Jawa Timur,” katanya.

 

MOHAMMAD SYARRAFAH

 

AirAsia QZ8501

News / Nasional

AirAsia QZ8501 Tak Diizinkan Naik ke Ketinggian 38.000 Kaki, Ini Alasannya

Minggu, 28 Desember 2014 | 19:11 WIB
Reska K. Nistanto/KOMPAS.comPK-AXC, Airbus A320-200 milik maskapai Indonesia AirAsia yang hilang pada Minggu (28/12/2014) pagi.

TANGERANG, KOMPAS.com — Pesawat AirAsia QZ8501 sempat meminta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki dari yang sebelumnya terbang di 32.000 kaki. Namun, permintaan itu ditolak oleh air traffic control (ATC).

“Pesawat terbang 32.000 kaki dan ke kiri, naik ke 38.000 kaki. Tetapi untuk naik 38.000 kaki, belum diizinkan karena di atasnya masih ada pesawat,” ujar Direktur Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Djoko menuturkan, awalnya, pesawat sempat meminta ke kiri untuk menghindari awan, dan akhirnya diperbolehkan. Namun, izin itu tak dikeluarkan untuk menaikkan ketinggian.

“Dari lokasi, berdasarkan radar cuaca, kondisinya memang tidak bagus. Ada awan cumulonimbus (CB),” kata Djoko.

Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 yang lepas landas dari Surabaya menuju Singapura, Minggu pagi, hilang kontak pada pukul 07.55 WIB. Ketika itu, pesawat diduga berada di sekitar wilayah udara Tanjung Pandan, Bangka Belitung, dan Pontianak.

Sebanyak 155 penumpang dan tujuh awak kabin berada di dalam pesawat itu.

 

 

 

Mandala Airways Datangkan Airbus A320

14 Maret 2014

Mandala Airways Datangkan Airbus A320

Mandala Airways Datangkan Airbus A320
Pesawat Airbus A320, armada baru maskapai Mandala Airlines di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Selasa (14/3). PT Mandala Airlines meluncurkan unit pesawat baru jenis Airbus A320 buatan Prancis yang hadir sebagai armada ketujuh dari maskapai tersebut. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Tahun Ini Garuda Indonesia Datangkan 27 Pesawat Baru

JUM’AT, 02 MEI 2014 | 11:19 WIB

Tahun Ini Garuda Indonesia Datangkan 27 Pesawat Baru

Tahun Ini Garuda Indonesia Datangkan 27 Pesawat Baru  

Pesawat Garuda Indonesia. Tempo/Fahmi Ali

 

TEMPO.CO, Surabaya - Direktur Layanan PT Garuda Indonesia Faik Fahmi mengatakan pada 2013 Garuda akan mendatangkan 27 pesawat baru. Tujuannya untuk mendukung pengembangan jalur atau rute penerbangan antar kota di Indonesia, termasuk rute-rute pendek. (Baca juga: GarudaBuka Empat Rute Baru dari Bandara Juanda).

Menurut Faik, 27 pesawat baru itu di antaranya dua pesawat B777-300, empat pesawat A330, 12 pesawat B738, tiga pesawat CRJ dan enam pesawat ATR 72-600. Dengan pengembangan armada baru tersebut, maka pada akhir 2014 Garuda Indonesia memiliki armada dengan usia yang relatif muda.

“Kira-kira umurnya hanya 4,5 tahunan. Itu masih terbilang muda karena biasanya armada di dunia 11,2 tahun,” kata Faik saat ditemui di Surabaya, Jumat, 2 Mei 2014.

Faik menjelaskan pesawat baru itu didatangkan secara berkala setiap bulan. Mendatangkan pesawat baru merupakan salah satu keunggulan bagi Garuda. Secara korporasi Garuda semakin tua. Namun, armada pesawat yang digunakannya semakin muda.

Faik mengatakan Garuda terus melakukan penambahan armada untuk memenuhi program jangka panjang, Quantum Leap 2011-2015, sekaligus agar bisa bersaing dengan maskapai penerbangan di seluruh dunia. “Garuda menempati peringkat ke delapan dunia versi Scatrek. Sedangkan untuk dalam negeri Indonesia, Garuda masih nomor satu,” ujar Faik.

Pengembangan rute, kata Faik, merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung program pemerintah, yakni masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). “Secara khusus Garuda bertugas untuk meningkatkan konektivitas antar pulau dan kota di wilayah remote area. Semoga tercapai,” ucapnya.

Kamis kemarin, 1 Mei 2014, Garuda Indonesia membuka delapan rute penerbangan baru. Lima di antaranya adalah rute penerbangan domestik, seperti Medan-Surabaya (pp), Palembang-Denpasar (pp), Makassar-Yogyakarta (pp), Surabaya-Ambon (pp), dan Denpasar-Banyuwangi-Surabaya (pp). Sedangkan rute internasional adalah Makassar-Medan-Jeddah (pp).

MOHAMMAD SYARRAFAH

 

CT Perbesar Kepemilikan Saham di Garuda

SENIN, 28 APRIL 2014 | 07:49 WIB

CT Perbesar Kepemilikan Saham di Garuda

CT Perbesar Kepemilikan Saham di Garuda

Wikipedia.org

 

TEMPO.COJakarta - PT CT Corpora, perusahaan milik konglomerat Chairul Tanjung, melalui anak usahanya PT Trans Airways menambah kepemilikan sahamnya di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari 10,8 persen menjadi 24,6 persen. Juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, mengatakan penambahan nilai kepemilikan saham itu dilakukan seiring dengan aksi korporasi penawaran umum saham terbatas dengan hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan Garuda. “Rights issue Garuda saat ini masih berjalan,” kata dia, ketika dihubungi akhir pekan lalu.

Pemilikan saham CT Corp di Garuda bertambah karena pemerintah tidak menggunakan haknya dalam rights issue. Akibatnya, kepemilikan saham pemerintah terdilusi dari sebelumnya 69,14 persen menjadi 60 persen. Adapun pemilikan saham Credit Suisse AG, Singapura, juga terdilusi dari sebelumnya 10,89 persen menjadi 9,91 persen. (Baca: Incar Rp 4 Triliun, Garuda Perbanyak Kerja Sama)

Pujo mengatakan proses rights issue Garuda ditargetkan rampung pada akhir bulan ini. Garuda menawarkan sebanyak-banyaknya 3,22 miliar saham biasa seri B atau setara dengan 12,48 persen dari modal disetor senilai Rp 459 per saham. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp 1,48 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan armada yang dilakukan perseroan. Penjamin emisi pelaksanaan rights issue perseroan adalah PT Bahana Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

“Berkaitan dengan rights issue, bisa ditanyakan melalui underwriter,” kata Pujobroto tanpa merinci nilai dana yang dikeluarkan CT Corp untuk memborong saham Garuda tersebut. (Baca:DPR Meradang TelkomVision Dibeli Chairul Tanjung)

Manajemen Garuda, dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia menyatakan keputusan pemerintah tidak mengambil haknya dalam rights issue Garuda tertuang dalam perjanjian pembelian tertanggal 6 Maret 2014. Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Datindo Entrycom selaku biro administrasi efek Garuda, jumlah kepemilikan saham Trans Airways per 21 April lalu menjadi 6,37 miliar lembar saham atau setara 24,62 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, menilai pembelian saham Garuda oleh CT Corp sebagai sentimen positif untuk maskapai penerbangan berpelat merah tersebut. Sebab, saham Garuda lebih baik dibeli dengan cara ini ketimbang dimiliki pihak asing. “Potensi Garuda bisa lebih dikembangkan lagi, apalagi jika dimiliki bangsa sendiri,” ucap dia.

TRI ARTINING PUTRI | ANANDA PUTRI

Calon Investor Citilink Mengerucut Jadi Dua

SENIN, 05 MEI 2014 | 11:24 WIB

Calon Investor Citilink Mengerucut Jadi Dua

Calon Investor Citilink Mengerucut Jadi Dua  

Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO/Imam Sukamto

 

TEMPO.COJakarta - Rencana pelepasan saham anak usahaGaruda IndonesiaCitilink, masih dalam pembicaraan dengan investor. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan saat ini jumlah investor telah mengerucut menjadi dua. “Dari empat tinggal dua,” katanya di Jakarta, Senin, 5 Mei 2014.

Meski begitu, ia mengatakan masih melakukan proses negosiasi. Garuda hanya mau melepas sahamnya bila harga yang ditawarkan optimal. “Advisor masih diskusi dengan calon. Kalau tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ya, tidak akan kita paksakan (dilepas),” katanya.

Sayang, ia enggan menyebut besaran dana yang diinginkan Garuda, dan siapa saja calon investor tersebut. “Kalau itu tidak bisa saya sebut,” katanya.

Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian Badan Usaha Milik Negara Gatot Trihargo mengatakan pelepasan saham Citilink tak membutuhkan persetujuan Kementerian BUMN. Sebab, Citilink hanya merupakan anak usaha. “Hanya perlu persetujuan Dewan Komisaris saja,” katanya.

Namun, secara pribadi, ia menilai pelepasan saham itu baik lantaran kinerja Citilink yang membebani Garuda. “Tahun lalu saja ruginya US$ 48,48 juta,” katanya.

ANANDA PUTRI

AirAsia Bisa Lacak Keaslian Paspor Penumpang

RABU, 14 MEI 2014 | 12:27 WIB

AirAsia Bisa Lacak Keaslian Paspor Penumpang

AirAsia Bisa Lacak Keaslian Paspor Penumpang

REUTERS/Charles Platiau

 

TEMPO.COKuala Lumpur - AirAsia akan jadi maskapai pertama yang menerapkan sistem Interpol I-Checkit. Sistem ini mampu melacak keaslian paspor calon penumpang dengan melakukan koreksi silang terhadap data dokumen perjalanan yang hilang atau dicuri milik badan kepolisian internasional atau Interpol.

“Penerapan sistem I-Checkit ini merupakan salah satu upaya memperkuat keamanan penerbangan internasional,” seperti dikutip dari siaran pers AirAsia, Rabu, 14 Mei 2014. (Baca:AirAsia Tak Minat Terbang di Halim)

Nantinya I-Checkit akan melacak keaslian nomor paspor atau dokumen perjalanan lain pada saat penumpang melakukancheck in. Sistem ini mampu melacak kebenaran nomor paspor penumpang sesuai dengan database Stolen and Lost Travel Document (SLTD) yang dimiliki Interpol dengan jumlah hampir 40 juta data dari 167 negara. (Baca: Paspor Mana yang Paling Banyak Diterima di Dunia?)

Proyek percontohan penerapan sistem ini akan diimplementasikan AirAsia mulai bulan ini. Adapun CEO Grup AirAsia Tony Fernandes berharap kerja sama AirAsia dan Interpol dalam pengoperasian sistem ini akan semakin meningkatkan keamanan perjalanan penumpang.

Sekretaris Jenderal Interpol Ronald K. Noble menilai terobosan ini akan membuat maskapai menyaring data paspor secara mandiri. “Maskapai tidak harus lagi sepenuhnya mengandalkan database polisi negara setempat untuk melindungi penumpang dari ancaman teroris dan kriminal yang menggunakan paspor palsu dalam penerbangan.”

Sistem I-Checkit ini akan diimplementasikan di seluruh jaringan internasional AirAsia. Jaringan internasional AirAsia kini mencakup 100 bandara di Asia dan 600 penerbangan internasional setiap hari ke 20 negara di seluruh dunia.

MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali

SABTU, 17 MEI 2014 | 15:55 WIB

Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali

Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali  

Pesawat Airbus A320 AirAsia mendarat di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, (12/10). AirAsia membuka rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Lombok (PP) dengan jadwal 3 kali seminggu. ANTARA/Ahmad Subaidi

 

TEMPO.COMakassar - Pengusaha perjalanan wisata di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,  menyesalkan keputusan maskapai AirAsia yang akan menutup rute penerbangan Makassar-Bali dan sebaliknya per tanggal 1 Juni 2014. Keputusan AirAsia ini sangat mendadak dan dikhawatirkan bisa mengganggu usaha perjalanan dari Makassar ke Bali.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba, mengatakan perusahaan perjalanan wisata di Makassar belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi terkait dengan penutupan ini. Padahal berdasarkan data yang dimiliki oleh asosiasi perusahaan perjalanan wisata, minat masyarakat dari Makassar untuk berwisata ke Bali sangat tinggi. “Persentasenya bisa mencapai 50 persen jika dibandingkan dengan rute lainnya,” kata Didi kepada Tempo, Sabtu, 17 Mei 2014. (Baca: Tiket Pesawat Arus Balik Lebaran Tembus Rp 1 Juta)

Menurut Didi, penghapusan rute Makassar-Bali akan berdampak langsung kepada agen travel. Karena akan menyulitkan pemesanan tiket pada maskapai penerbangan lain. Seperti pada Garuda Indonesia dan Lion Air yang saat ini masih mempunyai penerbangan ke Bali. “Agen juga akan susah untuk melakukan perencanaan perjalanan jangka panjang baik itu paket wisata grup maupun individu. Karena jumlah maskapai berkurang,” katanya.

Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia wilayah Timur, Tubagus Irfan Farhan, mengatakan sejak ada rencana penutupan rute penerbangan Makassar-Bali dan sebaliknya per tanggal 1 Juni, pemesanan tiket Garuda untuk rute itu masih berjalan normal dan belum ada lonjakan. Garuda Indonesia mempunyai rute Makassar-Bali dan sebaliknya dalam sehari dua penerbangan. “Belum ada pengaruh yang signifikan,” kata Irfan. (Baca: AirAsia Tak Minat Terbang di Halim)

Sebelumnya dalam siaran pers yang dikirimkan kepada wartawan, manajemen maskapai AirAsia menyampaikan, mulai 1 Juni 2014 rute penerbangan Denpasar-Ujungpandang (Makassar) dan Ujungpandang (Makassar)-Denpasar dihentikan.

Bagi pelanggan yang telah memiliki tiket, AirAsia menawarkan sejumlah pilihan yakni pengembalian uang (refund) secara penuh, credit shell atau dana deposit senilai harga tiket yang dapat digunakan untuk penerbangan AirAsia lainnya dengan masa berlaku enam bulan (180 hari) dari tanggal penerbitan dan penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) ke sebelum tanggal 01 Jun 2014 tanpa dikenakan biaya tambahan dan bergantung ketersediaan kursi. (Baca: AirAsia Bisa Lacak Keaslian Paspor Penumpang)

Keputusan manajemen maskapai AirAsia dengan menutup rute penerbangan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya AirAsia juga telah menutup penerbangan rute Makassar-Balikpapan, Makassar-Manado, dan Makassar-Jakarta. Dengan penutupan ini maskapai itu hanya memiliki satu penerbangan dari Makassar, yakni Makassar-Kuala Lumpur. “Biaya untuk penerbangan domestik sangat tinggi sehingga manajemen harus melakukan penghematan,” kata Audrey Petriny, Communication Manager AirAsia. (Baca: Pajak Bandara Naik, Harga Tiket Melangit)

Rio Hendarto, Communication And Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Hasanuddin, mengatakan jumlah penumpang yang menggunakan jasa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada tahun 2013 lalu tercatat sebanyak 9,6 juta penumpang, atau mengalami peningkatan sebesar 12,3 persen jika dibandingkan jumlah penumpang tahun sebelumnya 8,5 juta penumpang.

Selain pergerakan penumpang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga mencatat pergerakan pesawat yang mengalami peningkatan sebesar 13 persen. Tahun 2013 pergerakan pesawat tercatat 94.759 pergerakan. Sedangkan tahun 2012 hanya 82.870 pergerakan. “Tahun 2014 ini dengan memperhatikan tren peningkatan sebelumnya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diprediksikan akan melayani 11,2 juta penumpang dan lebih dari 105 ribu pergerakan pesawat,” kata Rio.

MUHAMMAD YUNUS