Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali

SABTU, 17 MEI 2014 | 15:55 WIB

Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali

Dikeluhkan, AirAsia Tutup Rute Makassar-Bali  

Pesawat Airbus A320 AirAsia mendarat di Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, (12/10). AirAsia membuka rute penerbangan baru Kuala Lumpur-Lombok (PP) dengan jadwal 3 kali seminggu. ANTARA/Ahmad Subaidi

 

TEMPO.COMakassar - Pengusaha perjalanan wisata di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,  menyesalkan keputusan maskapai AirAsia yang akan menutup rute penerbangan Makassar-Bali dan sebaliknya per tanggal 1 Juni 2014. Keputusan AirAsia ini sangat mendadak dan dikhawatirkan bisa mengganggu usaha perjalanan dari Makassar ke Bali.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba, mengatakan perusahaan perjalanan wisata di Makassar belum mendapatkan surat pemberitahuan resmi terkait dengan penutupan ini. Padahal berdasarkan data yang dimiliki oleh asosiasi perusahaan perjalanan wisata, minat masyarakat dari Makassar untuk berwisata ke Bali sangat tinggi. “Persentasenya bisa mencapai 50 persen jika dibandingkan dengan rute lainnya,” kata Didi kepada Tempo, Sabtu, 17 Mei 2014. (Baca: Tiket Pesawat Arus Balik Lebaran Tembus Rp 1 Juta)

Menurut Didi, penghapusan rute Makassar-Bali akan berdampak langsung kepada agen travel. Karena akan menyulitkan pemesanan tiket pada maskapai penerbangan lain. Seperti pada Garuda Indonesia dan Lion Air yang saat ini masih mempunyai penerbangan ke Bali. “Agen juga akan susah untuk melakukan perencanaan perjalanan jangka panjang baik itu paket wisata grup maupun individu. Karena jumlah maskapai berkurang,” katanya.

Sales and Marketing Manager Garuda Indonesia wilayah Timur, Tubagus Irfan Farhan, mengatakan sejak ada rencana penutupan rute penerbangan Makassar-Bali dan sebaliknya per tanggal 1 Juni, pemesanan tiket Garuda untuk rute itu masih berjalan normal dan belum ada lonjakan. Garuda Indonesia mempunyai rute Makassar-Bali dan sebaliknya dalam sehari dua penerbangan. “Belum ada pengaruh yang signifikan,” kata Irfan. (Baca: AirAsia Tak Minat Terbang di Halim)

Sebelumnya dalam siaran pers yang dikirimkan kepada wartawan, manajemen maskapai AirAsia menyampaikan, mulai 1 Juni 2014 rute penerbangan Denpasar-Ujungpandang (Makassar) dan Ujungpandang (Makassar)-Denpasar dihentikan.

Bagi pelanggan yang telah memiliki tiket, AirAsia menawarkan sejumlah pilihan yakni pengembalian uang (refund) secara penuh, credit shell atau dana deposit senilai harga tiket yang dapat digunakan untuk penerbangan AirAsia lainnya dengan masa berlaku enam bulan (180 hari) dari tanggal penerbitan dan penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) ke sebelum tanggal 01 Jun 2014 tanpa dikenakan biaya tambahan dan bergantung ketersediaan kursi. (Baca: AirAsia Bisa Lacak Keaslian Paspor Penumpang)

Keputusan manajemen maskapai AirAsia dengan menutup rute penerbangan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya AirAsia juga telah menutup penerbangan rute Makassar-Balikpapan, Makassar-Manado, dan Makassar-Jakarta. Dengan penutupan ini maskapai itu hanya memiliki satu penerbangan dari Makassar, yakni Makassar-Kuala Lumpur. “Biaya untuk penerbangan domestik sangat tinggi sehingga manajemen harus melakukan penghematan,” kata Audrey Petriny, Communication Manager AirAsia. (Baca: Pajak Bandara Naik, Harga Tiket Melangit)

Rio Hendarto, Communication And Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Hasanuddin, mengatakan jumlah penumpang yang menggunakan jasa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada tahun 2013 lalu tercatat sebanyak 9,6 juta penumpang, atau mengalami peningkatan sebesar 12,3 persen jika dibandingkan jumlah penumpang tahun sebelumnya 8,5 juta penumpang.

Selain pergerakan penumpang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga mencatat pergerakan pesawat yang mengalami peningkatan sebesar 13 persen. Tahun 2013 pergerakan pesawat tercatat 94.759 pergerakan. Sedangkan tahun 2012 hanya 82.870 pergerakan. “Tahun 2014 ini dengan memperhatikan tren peningkatan sebelumnya, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diprediksikan akan melayani 11,2 juta penumpang dan lebih dari 105 ribu pergerakan pesawat,” kata Rio.

MUHAMMAD YUNUS

Comments are Closed